Kamis, 07 Februari 2013

Mereka yang Menghangatkanku..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 16.25 0 komentar
Kali ini aku ingin menulis catatan kecil untuk mereka yang menghangatkanku beberapa bulan ini..
Sahabat, sekaligus keluarga baruku..
Mereka.. Tujuh orang sahabatku..

Jujur saja aku tidak tahu ingin menulis apa, dan bagaimana aku harus menulis untuk mereka..
Terlalu banyak yang ingin kukatakan..
Tapi tentu saja terimakasih adalah yang utama..

Terimakasih untuk hari-hari dalam lima bulan terakhir yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata..
Hari-hari penuh tawa, walau kadang terselip sedikit amarah dan air mata..
Tapi aku sangat sangat menikmatinya..

Terimakasih untuk semua cerita, semua rasa yang membuatku tak pernah kehilangan kehangatan di kota yang terkenal dengan suhu dinginnya ini..
Dan yang terpenting, terimakasih karena sudah mau bersamanku, mendengarkan ocehan tak pentingku, keluh kesahku, dan sering juga tangisku..
Terimakasih..
Andai saja aku punya kata selain itu..
Kata yang bisa mengungkapkan betapa aku merasa beruntung bisa bertemu kalian semuua..
Ya, kalian. Putu, Fira, Priska, Lia, Emak, Ifa, dan Nila..
Kata yang bisa mengungkapkan keindahan ditengah keberagaman..

Dari sahabat kalian yang tak pernah bisa diam..

Selasa, 05 Februari 2013

Dear Masa Depan..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 17.30 0 komentar



















Untuk masa depanku..
Apa kabar? Baik-baik sajakah?
Ah baiklah.. Aku memang tidak pandai merangkai kata pembukaan..
Coba katakan aku harus mengatakan apa..
Coba katakan aku harus bagaimana agar kau mau tersenyum kepadaku?

Begini saja? Benarkah? Ah.. Terimakasih sekali..


Masa depanku.. Bolehkah aku mengintip apa yang terjadi esok, lusa dan seterusya?
Bolehkah aku mengintip siapa yang akan kutemui esok? Bolehkah aku melihat silet-siluet orang yang kutemui esok? Dan ah.. bolehkah aku sedikit.. sedikit saja mengintip siapa orang yang Tuhan siapkan untukku?

Tidak boleh? Ah... Sungguh tak asik sekali dirimu..

"Agar harimu selalu menyenangkan.Agar kau tak kehilangan harapan.."

Ah.. Alasan yang bagus sekali. Tapi bukankah benar? Tuhan menciptakan kemarin, saat ini dan esok hari adalah untuk alasan tersebut bukan? Agar kita tidak pernah kehilangan harapan.. Agar hidup kita menyenangkan..

Untuk kalian yang selalu tersenyum mengyongsong datangnya pagi..

Minggu, 03 Februari 2013

Pertanyaan Untuk Semesta

Diposting oleh Your Sunday Morning di 16.26 0 komentar

Dear semesta, baik-baik sajakah dirimu?  Sehatkah? Mohon maafkan bila sesamaku membuat keadaanmu buruk.. Kudengar  es di kutub semakin memburuk.. Sungguh, aku meminta maaf mewakili sesamaku untuk itu.

Dear semesta. Aku mengirim surat hari ini bukan hanya untuk itu. Aku ingin bertanya padamu.  Berpuluh-puluh pertanyaan  memenuhi sel abu-abu dalam kepalaku sejak dulu. Tapi kali ini, hanya satu yang ingin kutanyakan padamu.  “Kenapa ada pagi, siang, sore, dan malam? Kenapa mereka terus saja berganti? Tidak tahukah kau, kadang, aku hanya ingin lebih lama menghirup aroma embun di pagi hari. Atau menikmati bersantai di siang hari. Juga ingin lebih lama menikmati senja di sore hari. Dan tentu saja, memandangi langit gelap dengan segala macam hiasannya di malam hari. Tidak tahukah kau, kadang, aku hanya ingin menikmati salah satunya saja?”

Lalu kau tertawa keras. “Hei, apakah aku mengatakan sesuatu yang lucu?”

“Ya, kau lucu sekali. Ah tidak. Kau sekarah,”  ucapmu membuatku terdiam.

“Serakah? “ Aku bertanya dengan suara lirih. Bagaimana bisa?

“Tanya saja pada paagi, siang, sore, dan malam,” perintah semesta. “Mereka lebih tahu.”

Karena itu aku mengunjungi siang, berharap ia memberikan jawaban atas pertanyaanku. “Hei siang, tidak bisakah kau saja yang ada sepanjang hari? Agar aku bisa terus bersantai, berdiam diri di rumah. Berlindung dari matahari yang menyengat.”

Siang mengerutkan alisnya. Menatapku dengan tatapan yang tak bisa kubaca artinya. “Kau gila,” ucapnya membuatku terdiam. “Tanya saja pada sore. Aku tidak ingin menjawab pertanyaan konyol seperti itu.”

Dengan bersungut-sungut, aku mendatangi sore. Ah.. Biar kuberi tahu. Sore begitu wangi. Dan cantik. Aku benar-benar kagum melihatnya.  “Sore.. Aku sangat mengagumi senjamu. Tidak bisakah kau saja yang mengisi hari?” tanyaku dengan suara memelan.  Aku benar-benar tersihir oleh pesonanya.

Lalu sore  menggeleng dengan anggunnya. “Aku tidak ingin serakah. Apa kau tidak bosan menatapku terus? Coba tanyakan pada malam, mungkin dia mau mengabulkan permintaanmu,” ujar sore dengan suara yang sungguh merdu.

Maka aku mendatangi malam. Wajahku mulai suram sekarang. “Malam, apakah kau senang sekali jika saatmu berjaga datang?”

Malam tertawa pelan. “Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Lalu maukah kau saja yang menemaniku. Aku hanya mau satu,” pintaku tanpa menjawab pertanyaan malam sebelumnya.

Kemudian malam tersenyum. “Tidak bisa. Aku tidak bisa seperti itu,” ucap malam. Lalu pergi meninggalkanku. Begitu saja.

Maka aku menyeret langkahku, hampir putus asa mengunjungi pagi. Dingin, segar, dan hangat langsung menyergapku ketika aku mengunjungi pagi.

“Ada apa nak?” tanyanya lembut. Aku merasakan aura ibuku. Membuatku ingin berlari, menghambur dalam pelukannya.

“Aku hanya ingin satu yang menemaniku. Entah pagi, siang, sore, atau malam.  Tidak bisakah?”

Pagi tersenyum lembut. “Nak, rupanya kau tidak cukup memaknai kehadiran kami,” jawabnya membuatku mengerutkan kening. “Tidakkah kau merasa beruntung karena kami terus berganti?”

Aku diam. Berharap pagi melanjutkan.

Dan dia benar-benar melanjutkan. “Bukankah kami selalu membawa suasana yang berbeda? Kau tidak akan menyukai salah satu dari kami selamanya kan?”

Aku tetap diam. Maka, pagi kembali melanjutkan.

“Ketika kau membenci pagi, maka siang hadir. Berharap bisa menghilangkan kebencian itu. Ketika kau membenci siang, maka sore hadir dengan segala keindahannya.  Ketika kau terluka oleh senja, maka malam hadir. Berharap kau bisa menangis keras, menumpahkan segala kegundahanmu padanya. Dan ketika malampun tak bisa, aku, pagi, berharap bisa memberimu semangat untuk bangkit seiring bergantinya hari. Bukankah setiap pagi semua orang selalu  berdoa agar harinya lebih baik dari hari kemarin?”

Aku bergeming. Berusaha mencerna setiap penjelasan yang meluncur dari pagi.

“Ada beberapa hal yang tidak bisa kitaa cintai selamanya, Nak. Maka hadir pengganti yang berharap dapat pula kau cintai, atau berharap, setidaknya mampu mengobati lukamu, dapat menghadirkan kembali senyummu,” ucap pagi lalu melangkah meniggalkanku.

Untuk kalian yang merasa pedih akan sebuah perpisahan..
Percayalah akan datang pengganti..
Seperti apa yang dikatakan pagi..

Dari seseorang yang percaya bahwa perpisahan selalu membawa cerita bahagia pada akhirnya..


Kamis, 31 Januari 2013

Dari Sini, Untuk Tuan..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 18.20 0 komentar
Hai tuan..
Selamat pagi..
Bagaimana pagi tuan? Indahkah? Luar biasakah? Semoga saja..

Pagi ini, untuk kesekian kalinya saya tulis surat untuk tuan. Dari rumah saya.. Berkilo-kilo dari tempat tuan sekarang. Entah dimana..

Bukan.. Ini bukan surat cinta, Tuan.. Ini surat permohonan. Dari hati saya. Untuk tuan..
Tuan pasti sekarang sedang mengerutkan kening, atau menaikkan kedua alis. Tolong santai saja tuan. Ini bukan surat permohonan yang akan membuatmu menguras otak. Tidak. Tentu saja ini bukan surat seperti itu. Ini hanya.. Surat permohonan agar tuan tidak lagi mengusik hari saya. Agar tuan tidak lagi muncul terus-menerus dalam otak saya. Agar suara tuan tidak lagi mendengung di pendengaran saya. Agar tuan berhenti hadir dalam hidup saya.

Oh? Tuan sudah berhenti? Benarkah? Tapi kenapa tuan belum berheti menyakiti hati ini? Kenapa tuan belum berhenti tersenyum sinis dan memalingkan wajah dari diri ini? Sebegitu salahnyakah diri ini?

Tuan.. Dari kota ini, saya menulis surat permohonan ini. Melalui surat ini, saya berharap kita berhenti menyakiti satu sama lain. Mulai hari ini. Tuan lelah kan? Saya juga. Jadi mari kita bersama-sama mengakhiri semuanya. Secara baik-baik. Bukankah kita mengawalinya dengan baik pula? Bukankah sebenarnya, kita tidak pernah ingin saling menyakiti? Benar kan tuan? Tuan juga berpikiran sama kan? Tolong anggukan kepala saja. Saya tahu tuan tidak seburuk itu sampai ingin menghancurkan saya. Saya tahu tuan baik. Saya tahu..

Jadi begitu. Itu saja yang ingin saya katakan. Semoga tuan mau mengabulkan surat permohonan saya. Semoga semuanya lebih baik mulai hari ini. Semoga tuan mengerti..

Dari kota kecil ini saya menulis.. Dari tempat yang menenangkan hati. Dari tempat dimana saya tidak pernah kehausan cinta. Dari rumah saya..


Untuk tuan yang sedang menikmati indahnya embun pagi.
Disana.. Dimana saja..

Senin, 28 Januari 2013

Aku Ingin Kamu Tahu

Diposting oleh Your Sunday Morning di 06.40 0 komentar
Kamu, tahukah kamu tatapanmu menusukku? Tahukah kamu, setiap kali bertemu, aku tak pernah ingin memalingkan wajahku? Tak pernah ingin membuang mukaku? Andai kamu tahu. Andai kamu mengerti bagaimana perasaanku.

Kamu, tahukah kamu aku tak ingin kamu seperti itu? Mencelaku, menganggapku tidak memperdulikanmu. Tahukah kamu aku menangisimu yang seperti itu? Tahukah kamu aku tidak pernah ingin kamu seperti itu? Tahukah kamu aku selalu ingin kamu kembali, seperti dulu?


Kamu, aku hanya ingin kamu tahu. Bahwa aku selalu berdiri di sini. Menatap punggungmu. Berharap kamu akan tahu. Bahwa aku ada untukmu..

Dari seseorang yang terus berdebar menatap punggungmu..

#30HariMenulisSuratCinta

Kamis, 24 Januari 2013

Untuk Tulang Rusukku..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 15.15 0 komentar


Dear kamu..

Siapa? Entahlah. Aku tak tahu pasti kamu siapa.. Aku tak tahu rupamu seperti apa..Sifatmu bagaimana.. Aku tahu. Aku.. Abu-abu tentangmu..

Dear kamu..

Berhentilah bertanya kamu siapa. Aku benar-benar tak tahu. Aku tak punya clue. Yang aku tahu hanya, Tuhan telah menciptakanmu untukku. Karena itu aku menunggumu..

Dear kamu..

Iya, aku akan menunggumu. Tapi sampai kapan? Kamu juga tak tahu? Maka mari kita tanyakan Tuhan kapan kita bertemu. Ah.. Atau malah kita sudah bertemu? Dan aku belum mengenalimu? Bodoh sekali aku..

Dear kamu..

Mungkin waktu belum ingin kita bertemu. Mungkin. Bukankah waktu selalu seperti itu? Atau mungkin, takdir belum menemukan jalan untukmu. Menuju aku..

Dear kamu..

Pagi ini, kutulis surat ini.. Untukumu. Untukmu yang lagi-lagi harus kukatakan masih abu-abu. Dan sekali lagi kukatakan, aku menunggumu. Selalu seperti itu..

Dear kamu..

Di sini pagiku cerah. Tanpa mendung yang biasa menggantung di angkasa..
Apakah kamu juga melihat pagi yang sama? Bahagia yang sama..

Semoga saja..

Seseorang yang menantimu..

#30HariMenulisSuratCinta

Dear You..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 04.52 0 komentar
 Untuk 2012

Hey, kamu! Kamu berbeda. Saya tahu. Saya tahu itu. Saya tahu sejak kamu mengirimkan pesan singkat dengan sajak yang istimewa. Saya tahu sejak kamu memulai percakapan tanpa menatap mata saya. Saya tahu. Dan saya tertipu.

Saya tidak mau membahas kejelekanmu. Oh, tidak. Kamu bahkan nyaris sempurna. Tentu saja. Semua orang tahu. Saya juga tahu. Mungkin karena itu juga saya terhanyut. Dan akhirnya terluka..

Saya tidak ingin menghujat. Saya tidak ingin mencela. Saya hanya ingin mengatakan terimakasih.. Terimakasih. Terimakasih karena sudah membuka mata saya. Kalau kamu memang berbeda..

Kamis, 07 Februari 2013

Mereka yang Menghangatkanku..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 16.25 0 komentar
Kali ini aku ingin menulis catatan kecil untuk mereka yang menghangatkanku beberapa bulan ini..
Sahabat, sekaligus keluarga baruku..
Mereka.. Tujuh orang sahabatku..

Jujur saja aku tidak tahu ingin menulis apa, dan bagaimana aku harus menulis untuk mereka..
Terlalu banyak yang ingin kukatakan..
Tapi tentu saja terimakasih adalah yang utama..

Terimakasih untuk hari-hari dalam lima bulan terakhir yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata..
Hari-hari penuh tawa, walau kadang terselip sedikit amarah dan air mata..
Tapi aku sangat sangat menikmatinya..

Terimakasih untuk semua cerita, semua rasa yang membuatku tak pernah kehilangan kehangatan di kota yang terkenal dengan suhu dinginnya ini..
Dan yang terpenting, terimakasih karena sudah mau bersamanku, mendengarkan ocehan tak pentingku, keluh kesahku, dan sering juga tangisku..
Terimakasih..
Andai saja aku punya kata selain itu..
Kata yang bisa mengungkapkan betapa aku merasa beruntung bisa bertemu kalian semuua..
Ya, kalian. Putu, Fira, Priska, Lia, Emak, Ifa, dan Nila..
Kata yang bisa mengungkapkan keindahan ditengah keberagaman..

Dari sahabat kalian yang tak pernah bisa diam..

Selasa, 05 Februari 2013

Dear Masa Depan..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 17.30 0 komentar



















Untuk masa depanku..
Apa kabar? Baik-baik sajakah?
Ah baiklah.. Aku memang tidak pandai merangkai kata pembukaan..
Coba katakan aku harus mengatakan apa..
Coba katakan aku harus bagaimana agar kau mau tersenyum kepadaku?

Begini saja? Benarkah? Ah.. Terimakasih sekali..


Masa depanku.. Bolehkah aku mengintip apa yang terjadi esok, lusa dan seterusya?
Bolehkah aku mengintip siapa yang akan kutemui esok? Bolehkah aku melihat silet-siluet orang yang kutemui esok? Dan ah.. bolehkah aku sedikit.. sedikit saja mengintip siapa orang yang Tuhan siapkan untukku?

Tidak boleh? Ah... Sungguh tak asik sekali dirimu..

"Agar harimu selalu menyenangkan.Agar kau tak kehilangan harapan.."

Ah.. Alasan yang bagus sekali. Tapi bukankah benar? Tuhan menciptakan kemarin, saat ini dan esok hari adalah untuk alasan tersebut bukan? Agar kita tidak pernah kehilangan harapan.. Agar hidup kita menyenangkan..

Untuk kalian yang selalu tersenyum mengyongsong datangnya pagi..

Minggu, 03 Februari 2013

Pertanyaan Untuk Semesta

Diposting oleh Your Sunday Morning di 16.26 0 komentar

Dear semesta, baik-baik sajakah dirimu?  Sehatkah? Mohon maafkan bila sesamaku membuat keadaanmu buruk.. Kudengar  es di kutub semakin memburuk.. Sungguh, aku meminta maaf mewakili sesamaku untuk itu.

Dear semesta. Aku mengirim surat hari ini bukan hanya untuk itu. Aku ingin bertanya padamu.  Berpuluh-puluh pertanyaan  memenuhi sel abu-abu dalam kepalaku sejak dulu. Tapi kali ini, hanya satu yang ingin kutanyakan padamu.  “Kenapa ada pagi, siang, sore, dan malam? Kenapa mereka terus saja berganti? Tidak tahukah kau, kadang, aku hanya ingin lebih lama menghirup aroma embun di pagi hari. Atau menikmati bersantai di siang hari. Juga ingin lebih lama menikmati senja di sore hari. Dan tentu saja, memandangi langit gelap dengan segala macam hiasannya di malam hari. Tidak tahukah kau, kadang, aku hanya ingin menikmati salah satunya saja?”

Lalu kau tertawa keras. “Hei, apakah aku mengatakan sesuatu yang lucu?”

“Ya, kau lucu sekali. Ah tidak. Kau sekarah,”  ucapmu membuatku terdiam.

“Serakah? “ Aku bertanya dengan suara lirih. Bagaimana bisa?

“Tanya saja pada paagi, siang, sore, dan malam,” perintah semesta. “Mereka lebih tahu.”

Karena itu aku mengunjungi siang, berharap ia memberikan jawaban atas pertanyaanku. “Hei siang, tidak bisakah kau saja yang ada sepanjang hari? Agar aku bisa terus bersantai, berdiam diri di rumah. Berlindung dari matahari yang menyengat.”

Siang mengerutkan alisnya. Menatapku dengan tatapan yang tak bisa kubaca artinya. “Kau gila,” ucapnya membuatku terdiam. “Tanya saja pada sore. Aku tidak ingin menjawab pertanyaan konyol seperti itu.”

Dengan bersungut-sungut, aku mendatangi sore. Ah.. Biar kuberi tahu. Sore begitu wangi. Dan cantik. Aku benar-benar kagum melihatnya.  “Sore.. Aku sangat mengagumi senjamu. Tidak bisakah kau saja yang mengisi hari?” tanyaku dengan suara memelan.  Aku benar-benar tersihir oleh pesonanya.

Lalu sore  menggeleng dengan anggunnya. “Aku tidak ingin serakah. Apa kau tidak bosan menatapku terus? Coba tanyakan pada malam, mungkin dia mau mengabulkan permintaanmu,” ujar sore dengan suara yang sungguh merdu.

Maka aku mendatangi malam. Wajahku mulai suram sekarang. “Malam, apakah kau senang sekali jika saatmu berjaga datang?”

Malam tertawa pelan. “Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Lalu maukah kau saja yang menemaniku. Aku hanya mau satu,” pintaku tanpa menjawab pertanyaan malam sebelumnya.

Kemudian malam tersenyum. “Tidak bisa. Aku tidak bisa seperti itu,” ucap malam. Lalu pergi meninggalkanku. Begitu saja.

Maka aku menyeret langkahku, hampir putus asa mengunjungi pagi. Dingin, segar, dan hangat langsung menyergapku ketika aku mengunjungi pagi.

“Ada apa nak?” tanyanya lembut. Aku merasakan aura ibuku. Membuatku ingin berlari, menghambur dalam pelukannya.

“Aku hanya ingin satu yang menemaniku. Entah pagi, siang, sore, atau malam.  Tidak bisakah?”

Pagi tersenyum lembut. “Nak, rupanya kau tidak cukup memaknai kehadiran kami,” jawabnya membuatku mengerutkan kening. “Tidakkah kau merasa beruntung karena kami terus berganti?”

Aku diam. Berharap pagi melanjutkan.

Dan dia benar-benar melanjutkan. “Bukankah kami selalu membawa suasana yang berbeda? Kau tidak akan menyukai salah satu dari kami selamanya kan?”

Aku tetap diam. Maka, pagi kembali melanjutkan.

“Ketika kau membenci pagi, maka siang hadir. Berharap bisa menghilangkan kebencian itu. Ketika kau membenci siang, maka sore hadir dengan segala keindahannya.  Ketika kau terluka oleh senja, maka malam hadir. Berharap kau bisa menangis keras, menumpahkan segala kegundahanmu padanya. Dan ketika malampun tak bisa, aku, pagi, berharap bisa memberimu semangat untuk bangkit seiring bergantinya hari. Bukankah setiap pagi semua orang selalu  berdoa agar harinya lebih baik dari hari kemarin?”

Aku bergeming. Berusaha mencerna setiap penjelasan yang meluncur dari pagi.

“Ada beberapa hal yang tidak bisa kitaa cintai selamanya, Nak. Maka hadir pengganti yang berharap dapat pula kau cintai, atau berharap, setidaknya mampu mengobati lukamu, dapat menghadirkan kembali senyummu,” ucap pagi lalu melangkah meniggalkanku.

Untuk kalian yang merasa pedih akan sebuah perpisahan..
Percayalah akan datang pengganti..
Seperti apa yang dikatakan pagi..

Dari seseorang yang percaya bahwa perpisahan selalu membawa cerita bahagia pada akhirnya..


Kamis, 31 Januari 2013

Dari Sini, Untuk Tuan..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 18.20 0 komentar
Hai tuan..
Selamat pagi..
Bagaimana pagi tuan? Indahkah? Luar biasakah? Semoga saja..

Pagi ini, untuk kesekian kalinya saya tulis surat untuk tuan. Dari rumah saya.. Berkilo-kilo dari tempat tuan sekarang. Entah dimana..

Bukan.. Ini bukan surat cinta, Tuan.. Ini surat permohonan. Dari hati saya. Untuk tuan..
Tuan pasti sekarang sedang mengerutkan kening, atau menaikkan kedua alis. Tolong santai saja tuan. Ini bukan surat permohonan yang akan membuatmu menguras otak. Tidak. Tentu saja ini bukan surat seperti itu. Ini hanya.. Surat permohonan agar tuan tidak lagi mengusik hari saya. Agar tuan tidak lagi muncul terus-menerus dalam otak saya. Agar suara tuan tidak lagi mendengung di pendengaran saya. Agar tuan berhenti hadir dalam hidup saya.

Oh? Tuan sudah berhenti? Benarkah? Tapi kenapa tuan belum berheti menyakiti hati ini? Kenapa tuan belum berhenti tersenyum sinis dan memalingkan wajah dari diri ini? Sebegitu salahnyakah diri ini?

Tuan.. Dari kota ini, saya menulis surat permohonan ini. Melalui surat ini, saya berharap kita berhenti menyakiti satu sama lain. Mulai hari ini. Tuan lelah kan? Saya juga. Jadi mari kita bersama-sama mengakhiri semuanya. Secara baik-baik. Bukankah kita mengawalinya dengan baik pula? Bukankah sebenarnya, kita tidak pernah ingin saling menyakiti? Benar kan tuan? Tuan juga berpikiran sama kan? Tolong anggukan kepala saja. Saya tahu tuan tidak seburuk itu sampai ingin menghancurkan saya. Saya tahu tuan baik. Saya tahu..

Jadi begitu. Itu saja yang ingin saya katakan. Semoga tuan mau mengabulkan surat permohonan saya. Semoga semuanya lebih baik mulai hari ini. Semoga tuan mengerti..

Dari kota kecil ini saya menulis.. Dari tempat yang menenangkan hati. Dari tempat dimana saya tidak pernah kehausan cinta. Dari rumah saya..


Untuk tuan yang sedang menikmati indahnya embun pagi.
Disana.. Dimana saja..

Senin, 28 Januari 2013

Aku Ingin Kamu Tahu

Diposting oleh Your Sunday Morning di 06.40 0 komentar
Kamu, tahukah kamu tatapanmu menusukku? Tahukah kamu, setiap kali bertemu, aku tak pernah ingin memalingkan wajahku? Tak pernah ingin membuang mukaku? Andai kamu tahu. Andai kamu mengerti bagaimana perasaanku.

Kamu, tahukah kamu aku tak ingin kamu seperti itu? Mencelaku, menganggapku tidak memperdulikanmu. Tahukah kamu aku menangisimu yang seperti itu? Tahukah kamu aku tidak pernah ingin kamu seperti itu? Tahukah kamu aku selalu ingin kamu kembali, seperti dulu?


Kamu, aku hanya ingin kamu tahu. Bahwa aku selalu berdiri di sini. Menatap punggungmu. Berharap kamu akan tahu. Bahwa aku ada untukmu..

Dari seseorang yang terus berdebar menatap punggungmu..

#30HariMenulisSuratCinta

Kamis, 24 Januari 2013

Untuk Tulang Rusukku..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 15.15 0 komentar


Dear kamu..

Siapa? Entahlah. Aku tak tahu pasti kamu siapa.. Aku tak tahu rupamu seperti apa..Sifatmu bagaimana.. Aku tahu. Aku.. Abu-abu tentangmu..

Dear kamu..

Berhentilah bertanya kamu siapa. Aku benar-benar tak tahu. Aku tak punya clue. Yang aku tahu hanya, Tuhan telah menciptakanmu untukku. Karena itu aku menunggumu..

Dear kamu..

Iya, aku akan menunggumu. Tapi sampai kapan? Kamu juga tak tahu? Maka mari kita tanyakan Tuhan kapan kita bertemu. Ah.. Atau malah kita sudah bertemu? Dan aku belum mengenalimu? Bodoh sekali aku..

Dear kamu..

Mungkin waktu belum ingin kita bertemu. Mungkin. Bukankah waktu selalu seperti itu? Atau mungkin, takdir belum menemukan jalan untukmu. Menuju aku..

Dear kamu..

Pagi ini, kutulis surat ini.. Untukumu. Untukmu yang lagi-lagi harus kukatakan masih abu-abu. Dan sekali lagi kukatakan, aku menunggumu. Selalu seperti itu..

Dear kamu..

Di sini pagiku cerah. Tanpa mendung yang biasa menggantung di angkasa..
Apakah kamu juga melihat pagi yang sama? Bahagia yang sama..

Semoga saja..

Seseorang yang menantimu..

#30HariMenulisSuratCinta

Dear You..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 04.52 0 komentar
 Untuk 2012

Hey, kamu! Kamu berbeda. Saya tahu. Saya tahu itu. Saya tahu sejak kamu mengirimkan pesan singkat dengan sajak yang istimewa. Saya tahu sejak kamu memulai percakapan tanpa menatap mata saya. Saya tahu. Dan saya tertipu.

Saya tidak mau membahas kejelekanmu. Oh, tidak. Kamu bahkan nyaris sempurna. Tentu saja. Semua orang tahu. Saya juga tahu. Mungkin karena itu juga saya terhanyut. Dan akhirnya terluka..

Saya tidak ingin menghujat. Saya tidak ingin mencela. Saya hanya ingin mengatakan terimakasih.. Terimakasih. Terimakasih karena sudah membuka mata saya. Kalau kamu memang berbeda..
 

Your Sunday Morning.. Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal