Jumat, 18 Februari 2011

We Call It "LOVE"

Diposting oleh Your Sunday Morning di 00.17 0 komentar
We Call It “LOVE”
Bola itu terus menggelinding.. Mengikuti giringanmu. Ya.. Dirimu yang basah keringat. Yang selalu melekatkan senyum dibibir. Yang punya kharisma luar biasa. Oh.. Aku bersyukur sekali tuhan menciptakan makhluk seindah dirimu..
Si kulit bundar masih saja bergulir dibawah giringamu. Satu, dua, tiga. TIGA pemain kau lalui sekaligus. Dan tanpa berpikir panjang, kau lesatkan bola ke gawang.. “GOL!!!”
Semua penonton berteriak seperti itu higga kupingku rasanya berdenging. Oke.. Tidak semua sebenarnya. Hanya sebagian besar penonton yang mendukungmu. Dan sebagian besar yang kumaksud ini berjenis kelamin perempuan.Sekali lagi 'PEREMPUAN'. Lihat.. betapa pesonamu sudah menjerat banyak sekali wanita disini..
Aku melonjak-lonjak senang bersama puluhan suportermu yang lain. Dengan tidak melepas sedikitpun pandanganku kepadamu. Yang berselebrasi dengan berlari-lari mengitari lapangan. Dan.. Oh.. Bilang kalau mataku ini kelilipan. Dia melihat kearahku, tersenyum, lalu melakukan gerakan seakan ingin mengirimkan ciuman jarak jauh.. Ah.. Lututku benar-benar lemas rasanya. Kamu benar-benar tahu bagaimana caranya membuat seorang perempuan tergila-gila kepadamu.
Sekali lagi, cewek-cewek disekitarku menjerit-jerit histeris. Kali ini bahkan dua kali lipat lebih histeris dari sebelumnya. Rasanya aku tidak akan kaget jika mendadak tuli setelah ini.
Drrt.. Drrt.. Hpku bergetar. Ada sms masuk.
From: Dita
Vi, dimana lo?? Udah mulai nih les fisikanya. Buruan masuk!!
Arghh... Sialan. Les fisika. Kenapa sih aku masih harus les fisika saat pertandingan futsal ini sedang seru-serunya? Ya.. Ini kan perintah mama. Siapa yang berani melawan? Susah juga kalau punya orang tua yang menjadi guru disekolah yang sama dengan sekolahmu. Nilai-nilai harus selalu bagus.. Jadinya ya harus ikut les ini itu. Seperti aku!!
Aku terus menggerutu sepanjang perjalanan menuju kelas yang digunakan untuk les fisika yang memang berada disekolahku yang tentunya juga masih satu tempat dengan lapangan futsal tempat pertandingan futsal tadi berlangsung. Sampai-sampai tidak menyadari adanya bola yang melesat dari lapangan futsal ke arahku.
BRAK!! Semua bukuku jatuh kelantai karena terkena bola yang melesat sangat cepat itu. Sial kuadrat. Bisa-bisanya ada bola nyasar disini. Huh..
“Lo nggak papa?” Tanya seseorang didepanku.
Aku menghentikan kegiatan memunguti buku-bukuku dan langsung mengangkat kepalaku. O-Em-Ji.. Dia!! Dia yang tadi kuelu-elukan.. Ada dihadapanku. Didepan mataku. Setengah meter didepanku. Oh.. Sepertinya dewi fortuna sedang berbaik hati padaku hari ini.
“Hei?? Lo nggak papa?” Tanyanya lagi sambil menggerak-gerakkan tangannya didepan mukaku.
“ Eh.. Oh..” Argh..Stop dreaming viooo!!! “ Nggak papa kok.” Jawabku lancar setelah berhasil meredakan kegugupanku.
Ia tersenyum lalu melangkah maju, berjongkok, dan mulai membantu memunguti buku-bukuku yang setebal kitab-kitab hukum itu.
GOD.. Rasanya jantungku berdetak berkali-kali lebih cepat kali ini. Dia ada dihadapanku, membantuku memunguti buku-buku sialan itu. How nice..
“Ini buku lo.” Ucapnya seraya bangkit dan menyerahkan buku-bukuku.
Detik pertama, dia dengan sukses membuatku terpana. Mata cokelatnya yang begitu bening, alisnya yang sedikit berkerut, kulit putihnya yang banjir keringat, bibirnya yang merah merekah.. Ya Tuhan.. Makhluk dihadapanku ini benar-benar indah.
“Eh.. Makasih ya.” Sahutku pada detik kedua, tentunya setelah aku bisa mengontrol pikiranku yang mulai berkeliaran.
Dia tersenyum. Ya ampuuuun... Jantungku kebat-kebit melihatnya. Aku nggak pernah merasakan ini sebelumnya. Sepertinya aku sudah mulai gila.
“Sama-sama. Lain kali ati-ati ya.” Ucapnya lalu mengambil bola sepaknya, berbalik, dan berjalan meninggalkanku.
Aku menatap punggung yang berjalan menjauh itu. Masih benar-benar terpana oleh pesonanya. Lalu tiba-tiba saja, tanpa kuduga,dia berhenti. Dan tanpa sadar, aku menahan napasku. Dia berbalik.
“Eh.. Lo anak IPA 1 kan?” Tanyanya dari kejauhan.
Ya ampun.. Keajaiban apa lagi ini? Dia tau kelasku.
Aku mengangguk. “Iya.” Jawabku pendek.
“Nama lo sapa?” Tanyanya lagi. Oh Tuhan.... Ini namanya super duper triple beruntung.
“Viona.” Jawabku dengan hati kebat-kebit dua kali lipat lebih parah dari sebelumnya.
“Nice name. Gue Bara. Sampai ketemu besok.” Katanya sambil melambaikan tangannya kepadaku.
Aduh Baraaaa!! I really adore you so much. Senyummu, perbuatanmu, kata-katamu, golmu.. Ya ampuun.. Semuanya bikin kecanduan deh.. Huh.. Berani taruan aku nggak bisa tidur ntar malem. Eh.. Tapi kan besok ada ulangan kimia? Aduh.. Whatever lah. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku sangat sangat ingin melupakan ulangan kimia.
###


Istirahat pertama. Harusnya aku ada dikantin. Makan soto minya Bu Ani bareng Dita sambil ngegosip. Ya... Harusnya. Kalo nggak ada tugas tambahan merangkum sejarah atom dari guru kimiaku A.K.A mamaku karena aku dianggap malas-malasan mengerjakan ulangan kimia tadi.
Ya ampuun.. Malas-malasan gimana? Aku tadi yakin bisa menjawab 28 dari 30 soal yang diberikan. Yah... Walaupun aku nggak belajar tadi malam. Tapi aku yakin 28 jawabanku itu pasti benar. Dan mama masih menilaiku malas-malasan? Darimana coba? Huh..
Aku mengumpulkan buku-buku yang sekiranya kuperlukan untuk bahan tugas tambahan menyebalkanku ini di perpustakaan sekolah. Ya.. perpustakaan sekolah!! Perpustakaan yang sepi seperti biasanya. Yang didalamnya tidak ada majalah-majalah remaja keluaran terbaru seperti anaka yess, high n teen, gadis, sophie martin, dll. Atau mungkin teenlit-teenlit populer yang jadi incaran banyak remaja. Atau komik-komik jepang seperti naruto dan conan. Jelaslah tidak ada. Kalau ada, pastinya perpustakaan tidak akan sesepi kuburan seperti ini.
BRUK!! Aku menghempaskan buku-buku kimia ke meja perpustakaan dengan sedikit kasar. Lalu menarik kursi dengan asal-asalan. Ingin sesegera mungkin menyelesaikan hukuman menyebalkan ini.
“Lo kenapa?”
Aku terlonjak. Hampir saja terjungkal dari kursiku.
Bara. Duduk dikursi didepanku. Dengan koran olahraga ditangannya. Aku lagi mimpi nggak nih?
“Eh.. Nggak papa. Cuma kesel aja.” Jawaku dengan detak jantung yang mulai tidak bisa dikontrol.
Alis tebal Bara bertaut. “Kesel kenapa?”
Dan aku menceritakan semuanya. Semua yang ingin kuceritakan tapi tak pernah kuceritakan. Tentang keluarga, sekolah, dan cinta... Padanya. Pada BARA!! Seseorang yang baru kukenal kemarin. Aneh bukan? Aku mengeluarkan semua kekesalan yang selama ini hanya kupendam pada Bara. Yang bahkan tak pernah kuungkapkan pada siapapun. Pada Dita sahabatku sekalipun. Entahlah.. Aku merasa seperti.. Seperti sudah sangat lama mengenal Bara. Sehingga bisa mengeluarkan semuanya. Benar-benar melegakan..
“Makasih ya Bar. Lo udah mau dengerin cerita membosankan gue ini. Sampe-sampe bolos jam pelajaran.”
“Eh bukannya lo yang takut bolos jam kayak gini? Gue sih biasa aja. Hehe.”
Aku menggeleng kecil. “Nggaklah. Sekali-sekali nggak papa. Ya.. Walaupun pasti gue bakal dapat hukuman. Tapi.. Gue nggak merasa menyesal sama sekali bolos jam kali ini.” Ucapku seraya bangkit dari kursi, ingin mengembalikan buku-buku kimia yang mengganggu pemandangan ini.
“Eh Vi.. Boleh pinjem hp lo nggak?? Hp gue low bat. Gue mau sms temen gue. Minta ijinin ke guru buat jam ini.” Pinta Bara yang juga ikut bangkit dari duduknya.
Aku merogoh saku rokku dan mengangsurkan hpku pada Bara. Lalu berjalan menuju rak tempat aku mengambil buku-buku kimia tadi.
“Nih Vi.. Thank's ya.” Ucap Bara yang tiba-tiba sudah ada diampingku.
Untuk kedua kalinya, aku terlonjak kaget dihadapannya.
“Ya ampun Bara!!! Ngagetin aja sih lo. Jatuh semua kan bukunya..” Gerutuku sambil membungkuk memunguti beberapa buku yang tersenggol jatuh olehku.
Bara tertawa kecil sambil membantuku memunguti buku-buku dilantai. “Ternyata lo kagetan juga ya?”
“Kalo sama lo kayaknya gue kagetan mulu deh.”
Bara tertawa keras. “Haha.. Masa sih?” Tanyanya dengan dahi berkerut-kerut -yang sumpah keren sekali-. “Nih bukunya. Ati-ati jangan sampe jatuh lagi.”
“Iya.. Iya..” Sahutku pura-pura kesal.
“Oya, nih hp lo. Makasih ya. Em..”
“Apa?” Tanyaku bingung melihat ekspresi Bara yang kebingungan sendiri.
“Eh nggak. Gue balik dulu ya. Da..” Pamitnya sambil melambai kepadaku.
Kenapa lagi tu si Bara. Aneh banget tingkahnya.
BRUK!! Ya ampun bukunya jatuh lagi. Sialan banget sih.
Aku kembali menunduk, bermaksud mengambil buku yang terjatuh itu. Dan tanpa sengaja, aku melihat ada kertas yang terjatuh dari buku tebal itu.

Melihatmu..
Hatiku tenang..
Melihat senyummu..
Hatiku melayang..
Seperti angin..
Kau terbangkan diriku..
Seperti api..
Kau hangatkan hatiku.. :)

Bara.. To viona my little angel..

Ya ampun Baraaaa... Dia nulis itu buat aku?? Gilaa...
Drrt.. Drrt..
From:+6889010101
Udah baca puisinya Vi?? :)
Bara. Bara. Bara. Bener-bener gila.
Jantungku melompat-lompat tak tentu arah. Napasku memburu. Adrenalinku serasa naik ke tingkat paling atas. Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya.
Perasaan indah yang membuat bibirku tak henti-hentinya tersenyum. Yang membuatku merasa pasti menjalani hari esok. Yang membuatku merasa lengkap. Benar-benar lengkap sebagai seoarng gadis remaja yang bahkan belum genap menginjak tujuh belas tahun.. Perasaan apa ini?
Cinta. Ya ya ya.. We call it love.. We call it love... We call it love..

Sabtu, 18 Desember 2010

Aku = Kamu

Diposting oleh Your Sunday Morning di 22.51 0 komentar
Bukankah kita sama saja? Sama-sama berlari mengejar cahaya didepan. Tak peduli apapun yang menghadang. Entah teman ataupun lawan. Entah rintangan atau malah bantuan. Semua kita terjang.
Bukankah kita tak ada beda? Ingin yang pertama menggenggam cahaya. Menghalalkan segala cara. Entah hanya mendahhului, mendorong, atau bahkan menjatuhkan jika kita tertinggal sejengkal saja. Terdengar menyedihkan bukan?
Aku berdiri disini. Dimana semua cahaya berkumpul menjadi satu. Mengelilingiku. Mengelilingimu juga. Mengelilingi kita. Yang harusnya bisa saling menatap ditempat yang terang ini.
Tapi aku hanya menunduk dalam. Tidak ingin melihatmu. Melirikmu pun enggan. Bukan tidak bisa. Hanya tidak sanggup.
Melihatmu seperti melihat pantulan diriku dalam cermin. Sama saja. Tak ada beda.
Menertawakanmu sama saja menertawakan kebodohanku sendiri. Mengejekmu sama saja mengejek ketololanku sendiri. Menginjakmu, sama saja menginjak harga diriku sendiri.
Dan aku tak mau sepert itu. Sudahlah.. Aku sudah terlalu lelah dengan pertarungan kita yang tak kunjung selesai ini. Semua pertandingan di dunia ii ada batas akhirnya. Lalu kenapa kita tak segera menyelesaikannya? Mengakhirinya sekarang juga.
Sudah cukup dorongan-dorongan yang menyakitkan itu. Toh kita sama-sama menggenggam cahaya terang ini. Sama-sama senang merasakannya. Lalu kapan kita bisa saling membagi senang itu? Tertawa bersama, berjalan beriringan.. Seperti sebelumnya...

Jumat, 10 Desember 2010

Rasa Kita..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 21.42 0 komentar

Dingin.. Inilah rasaku malam ini. Rasamu. Rasanya jugag. Rasa kita.. Yang awalnya diwarnai cinta,cita dan jutaan asa membara.. Yang telah dinodai cinta, pengkhianatan.. Penghiatanmu!!
Tak tahukah kau aku terlukai pengkhiatanmu itu? Tak tahukah kau bahwa mungkin, dia jauh lebih terluka daripada aku? Tak tahukah kau, bahwa aku dan dia, menangisimu kemarin,malam ini, besok malam, dan mungkin malam-malam seterusnya? Tak tahukah kau bahwa secara jelas dan nyata kau telah merusak sebuah ikatan indah? Ikatan sepanjang masa.. Persahabatan.. Tak ada yang lebih indah dari itu.
Dan kau merusaknya!! Aku juga. Dia pun sama. Tak bisakah kita memperbaikinya? Melupakan semuanya dan memulainya lagi dari awal?
Melupakannya? Sulit pasti. Sakit ini kau tanam begitu dalam. Membuahkan luka yang menganga lebar. Bertambah lebar setiap harinya. Jangan tanya mengapa. Karena aku gun tak mampu menjawabnya.
Aku tercekat setiap hari. Setiap langkahku memasuki kelas ini. Melihat kau, dan dia disini. Di tempat yang sama denganku. Didekatku. Tapi tak lagi bersamaku.
Sulit memang menerima semua ini. Tapi aku yakin, suatu saat nanti, entah kapan dan dimana, kita akan kembali bersama. Berdiri bersama. Menantang kehidupan.. Dan tentunya, menertawakan kekanak-kanakan kita semasa SMA.

Senin, 29 November 2010

Aku...Yang Tidak Pernah Melihatmu..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 02.25 0 komentar
Aku menutup ikon pemberitahuanku di facebook dengan sedikit gusar. Tidak ada satupun komen, like, ataupun pesan darinya. Dia tidak mengontakku sama sekali. Aku tak percaya ini. Argh..
Aku menggerak-gerakkan mouse ditanganku dengan malas. Hatiku kosong. Dadaku sesak. Berkali-kali aku harus menghela napas. Sekedar mengeluarkan karbon fioksida yang rasanya menyumbat paru-paru, melumpuhkan semua saraf, dan menyedot semua energiku. Hei, bagaimana mungkin semua hal tidak masuk akal yang terjadi padaku ini hanya disebabkan tidak adanya kontak darinya. Kurasa aku sudah mulai gila sekarang.
Namanya Aurigo Araska. Dialah yang mengobrak-abrik hatiku seperti ini. Seorang kakak kelas SD yang sedang menyelesaikan studi S1nya di Semarang dan mengontakku kembali empat bulan yang lalu melalui facebook setelah hampir enam tahun tidak pernah bertemu.
Dia masih mengingatku. Dia juga masih menghafal nama lengkapku. Dia menceritakan kembali kisah-kisah masa lalu. Saat kita masih sama-sama ingusan. Saat kita masih sama-sama suka main petak umet bersama. Dan saat kita, sama-sama tidak mengerti apa itu cinta...
Lewat obrolan-obrolan singkat difacebook yang terus berlangsung, kami mulai dekat kembali. Jujur saja, aku sangat senang dengan kedekatan kami ini. Bersamanya, aku merasa menemukan sosok seorang kakak laki-laki yang selama ini kuidam-idamkan. Sementara dia sendiri.. Entahlah seperti apa dia menganggapku.
Dia sering menulisku di status facebooknya. Menulis namaku, Aurelia Andini secara terang-terangan. Memanggilku my little heart, mencoba merayuku.. Coba bayangkan bagaimana perasaanmu jika kau ada diposisiku.
Serba salah? Pastinya. Apalagi saat itu statusnya sedang berpacaran dengan seorang cewek dasala kota sebelah. Awalnya aku mengabaikannya, tapi lama-lama, aku merasa dia berusaha memberikan sinyal-sinyal kepadaku. Bukan sinyal hp tentunya, sinyal cinta.
 Aku gerah. Merasa bukan hubungan seperti itulah yang kuharapkan darinya. Dan aku memutuskan untuk menjauhinya untuk beberapa saat.
Beberapa saat berselang, dia sudah tidak menggangguku lagi. Mungkin dia sudah capek. Ya jelaslah, untuk apa dia mengurusiku yang tidak jelas ‘juntrungannya’ ini sementara ada banyk cewek cantik mengantri jadi pacarnya. Damn.. Wajahnya seperti dewa yunani, ganteng sekali. Siapa yng tidak mau jadi pacarnya?
Aku malu sekali, tapi harus kuakui aku kesepian saat ini. Rasanya seperti ada yang hilang jika dia tidak ada kontak darinya.
Aku mulai kelimpungan. Sebenarnya aku ini kenapa? Bukankah ini yang aku mau? Tapi kenapa sekarang aku malah menanti komentar-komentar darinya di facebook, lalu memekik sekencng-kencngny jika ia bena-benar menulis di dindingku,menyukai statusku, atau mengomentari fotoku.
Aku masih saja menggerak-gerakkan mouse ditanganku. Tanpa kusari, aku sudah membuka-buka profilnya. Ingin rasanya aku tertawa saat menyadarinya. Beginilah aku jika dia tidak mengontakku sama sekali. Berbuat gila dengan membongkar-bongkar profil facebooknya hanya untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukannya, sedang dirasakannya.. Hanya untuk mengetahui itu.



To Be Continued...

Sabtu, 20 November 2010

AKATSUKI, SEBUAH NOVEL JEPANG ISLAMI...

Diposting oleh Your Sunday Morning di 00.01 1 komentar
AKATSUKI, SEBUAH NOVEL JEPANG ISLAMI...

Identitas Buku

a.Judul buku : Akatsuki
b.Nama Penulis Buku : Muliyatun
c. Nama Penerbit : Mizan
d.Tempat Penerbit : Bandung
e.Tahun Terbit : 2009
f. Jumlah Halaman : 300
g. Harga Buku : 35.000
h. Kertas Yang Digunakan : HVS
i Warna Sampul : Didominasi Warna Kuning

Ringkasan
Akatsuki adalah sebuah novel yang mengisahkan perjalanan hidup seorang gadis Jepang bernama Mayumi. Seorang gadis muda yang tumbuh menjadi seseorang yang tidak mengenal agama, yang haus akan kehangatan sentuhan-NYA, yang juga selalu berusaha mencari kehangatan itu.
Dalam perjalannya mencari tuhan, Mayumi bertemu dengan Satoshi, seorang pemuda tampan yang dikasgumi hampir semua teman perempuan sekelasnya. Yang cool dan jarang berbincang dengan anak perempuan dan tidak pernah menyentuh teman-teman perempuannya. Yang ternyata adalah seorang pemeluk agama Islam. Agama yang tentunya masih sangat asing bagi Mayumi yang sejak lahir tinggal di Jepang, negara sinkreitisme yang tidak memiliki agama resmi.
Mayumi yang mengetahui itu langsung tertarik dan perlahan-lahan mulai mempelajari Islam. Semakin lama ia belajar, ia semakin tertarik. Tertarik dengan ajaran-ajaran Islam yang selalu mengajarkan kelambutan, yang menurutnya sangat melindungi perempuan, dan agama yang mempu menggetarkan jiwanya, mengalirkan kehangatan yang belum pernah ia rasa sebelumnya, mengisi kekosongan hatinya.
Mayumi akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Namun apa yang terjadi setelahnya? Masalah menderanya bertubi-tubi. Mulai dari kakak angkatya yang menyatakan cinta kepadanya yang berlanjut pada pengusirannya dari rumah, Satoshi yang tiba-tiba bersikap aneh, serta pertemuannya dengan saudara tirinya yang sangat mengejutkan.
Penasaran? Baca selengkapnya di novel Akatsuki...


Kelebihan:
Bahasanya sangat komunikastif dan mudah dipahami dan benar-benar melukiskan latar kejadian. Covernya juga sangat menarik.

Kekurangan:
Font hurufnya terlalu kecil.

Senin, 01 November 2010

Sepenggal Kisah, Sepenggal Cerita.. Aku dan SMAda

Diposting oleh Your Sunday Morning di 23.59 0 komentar
Huihui... Mau nulis note nih. Nggak macem-macem siih. Cuma kisah setahun lebihku di SMAku tercinta SMA Negeri 2 Bojonegoro.. Dijamin menyenangkan. Haha.. So Don't miss it n Happy reading ya.. :D


My first time in High School...
Selepas SMP, nggak punya gambaran mau nerusin sekolah kemana. Yang dipikirin malah liburan dua minggu yang pasti nggak akan bisa dinikmati karena harus sibuk ngurusin sekolah. Maklumlah, namanya juga masih kecil. Hehe.. Setelah berdoa, minta petunjuk, nunggu wangsit, bertapa,(ceilah nggak gtu juga kalee), akhirnya aku mutusin untuk melanjutkan tiga tahun sekolahku di SMA N 2 Bojonegoro. Awalnya sih nggak ada motivasi apa-apa yang menyebabkan aku memilih sekolah ini. Jadi kalau waktu itu ditanya kenapa kamu memilih masuk SMAda? Jawaban yang kuberikan hanyalah hasil dari kemampuan mengarangku yang diatas rata-rata. Haha.. Saat pendafatarn, adalah kali pertamaku menginjakkan kakiku di SMA 2. Tau hal apa yang pertama kulakuakan? Melongo, bengong, mangap juga kayaknya(semoga aja nggak sambil ngiler). Kenapa lagi kalau bukan karena syok ngeliahat berjubelanya orang didepan loket pendaftaran. Gilaaa.. Rame banget. Baru ngeliat aja udah sesek napas duluan. Gimana mau ngantri coba? Tapi dasar anak muda, biar rame teteuup aja ngantri. Jadilah aku kelempar sana kelempar sini hanya untuk mendapatkan selembar berkas pendaftaran(beneran satu nggak ya?). Haha.. Ya sudahlah terima saja.. Gara-gara ngeliat antrian yang makin lama makin penuh, aku mengurungkan niatku untuk mendaftar di hari pertama. Ngaso di rumah dulu lah.. Akhirnya, pada hari kedua berkas pendaftaranku masuk dengan lumayan mudah karena antrian yang udah nggak serame hari pertama(padahal udah antisipasi bawa bekal. Haha thank's mom). Setelah daftar, aku terus memantau urutan rangkingku dari waktu ke waktu.Tegang? Jelaslah.. Tapi tetap santai aja. Masalahnya aku udah berusaha selama tiga tahun di SMP, jadi mau keterima dimana, udah pasrah deh.. hehe. Dan alhamdulillah pada hari pengumuman, aku dinyatakan diterima menjadi siswi SMAda pada urutan ke.. em.. bentar lagi mikir, 30an gitu kalo nggak salah. Seneng banget. Apalagi banyak temen SMP yang juga keterima. Udah nggak sabar pengen cepet-cepet masuk. Dan MOS pun akhirnya tiba.. Astagfirullah.. Ya Allah.. MOSnya parah banget. Bener-bener nggak nyangka kalau MOSnya separah itu. Banyak banget atributnya. Kalung permen lah, topi bakul, banyak banget deh. Kesel juga. Diliatin orang sepanjang jalan. Dikira pasien kabur kali ya. Haha. Tapi berkesan banget. Beneran!! Apalagi pas waktunya keamanan.. Gila.. Kakak kelasnya gualak. Sempet kena semprot gara-gara ngetawain kak Febrian..Hehe.. Kalo ngomong lucu sih.. Udah gitu dikatai tepe-tepe pula. Jiah.. Orang ngelirik aja nggak berani kok dibilang tepe-tepe. Well, aku tetap senang karena masa MOS tiga hariku benar-benar special banget.. :)


First year.. So unforgottable..
Setelah MOS, aku baru menjalani masa SMA yang sebenarnya.Aku masuk dikelas X4. Kelas yang penuh dengan orang-orang lucu yang membuat proses adaptasi berlangsung sangat cepat di luar dugaan. Ada widy yang suaranya kayak knalpot(peace wid :p), ria yang suaranya melengking, uul yang pinter bikin puisi, tante yang pinter basa inggris, ome yang soooo gentle, wahyu yang gokil, n many others.(Oh GOD.. I miss them so much..). Well, dari kelas ini, aku punya beberapa sahabat yang sejalan dengan pikiranku, yang dengan merekalah aku banyak menghabiskan setahun kelas satuku. Mereka adalah tante(reta), uul, apip, evie, eva, siska dan vesti. Kami punya banyak kesamaan. Sama-sama gokil n hobi foto-foto, hobi jajan, makanya badan kita subur,, haha.. Sama-sama keras kepala(of course), hei setelah aku pikir-pikir kita sering banget debat ya.. Gitu deh kalo orang cerewet ketemu orang cerewet. Well, aku benar-benar menikmati kebersamaan kami itu. Kalau cara kelas, duile.. kelasku gudangnya buat acara-acara kelsa. Tapi karena ortuku yang terlalu memprotekku aku ngak pernah ikut. Hehe harap maklum ya. Namanya temenan, ya pasti nggak selalu muluskan. Gitu juga dengan pertemananku semasa kelas sepuluh. Aku juga pernah beberapa kali bertengkar dengan sahabat-sahabatku. Biasalah.. beda prinsip, beda pendapat, lanjut dengan diem-dieman, akhirnya.. ketawa-ketiwi lagi. Haha.. Nggak betah banget deh musuhan lama-lama.. Dan tanpa terasa, tanpa dinyana-nyana, waktu berlalu begitu cepat, dihadapan kita, mengantarkanku dan semua sahabatku ke tahapan baru. Menjadi siswa kelas sebelas. Yang mengharuskan kami harus berpisah kelas. Sebentar memang kebersamaan kita, tapi persahabatan kita, tentunya, tidak selesai sampai disitu, kita akan terus.. terus.. dan terus bersahabat, selama jantung ini masih berdetak, dan selama nyawa masih tersisa.. :)
Bazar 2010





In action depan Lab Kesenian.. :)


Lapangan Baru..

Second year, new friend, new class...

IPA 1. Itulah kelas baruku.. Jangan tanya aku bagaimana perasaanku saat pertama kali menginjakkan kaki dikelas yang asing ini. Aneh, itu yang pertama kali kurasakan. Secara, setahun penuh aku berada bersama X4. Pindah kelas, rasanya selalu ada yang kurang. Sahabat-sahabat tentunya yang membuatku sepeti itu. Seperti ada yang hilang, ada yang kosong, sedikit hampa. Lebay? Nggak. Memang itu kok yang kurasakan. Well, life must go on.. Aku nggak bisa berbuat apa-apa. Masa mau bikin sukuran ubah nama biar sekelas? Nggak lah.. Aku mencoba menerimanya. Meski awalnya sulit, aku sangat menikmati masa-masa adaptasi yang diwarnai kekikukan yang teramat sanga itu..

Bagaimanapun juga, selama dua tahun kedepan, bersama merekalah aku akan mengisi sisa masa SMAku, berjalan bersama, meniti jalan kecil didepan, menuju sebuah rumah dengan label “KESUKSESAN” yang tertulis besar-besar dipagarnya.. :)





Pesta Rombong 2010




Closing
Oke, selesai sudah ceritaku tentang masa-masa lima belas bulanku di SMA Negeri 2 Bojonegoro. Dan sekarang, aku hanya ingin menulis uraian singkat tentang bagaimana perasaanku saat ini, saat menulis catatan ini, saat mengingat tempat dimana aku bersekolah sekarang. Senang, haru.. Itu yang kurasakan. Seperti yang tadi telah kutulis, aku tidak punya motivasi sama sekali untuk menjadi murid SMA ini sebelumnya. Yang aku tahu waktu itu, SMA 2 hanyalah sekolah yang unggul di bidang non akademik. Ya.. Saat itu, hanya itu yang aku tahu. Tapi sekarang, setelah setahun lebih aku ada disini, berjuta motivasi berjubel dalam otakku, untuk menjadi warga sekolah yang baik, untuk meningkatkan kualitasnya, terutama di mata masyarakat Bojonegoro. Karena sekarang, aku tahu betul, bahwa SMA ini bukan hanya sekolah yang unggul di bidang non akademiknya aja. Tetapi juga sekolah yang unggul dibidang akademik. Aku bangga bisa bersekolah disini. Sekolah ini.. Sudah mengajarkanku banyak hal. Memberiku lebih dari yang aku butuhkan sebagai seorang siswi. Mengenalkanku pad persahabatan hangat yang tak akan kulupa, menuntunku menjadi pribadi yang berwawasan luas, berbudi pekerti luhur, serta menghantarkanku meniti jalan kesuksesan.. :D



With Full Of Love..

Aginta Friska Mahartika

XI-IPA 1/09

Jumat, 18 Februari 2011

We Call It "LOVE"

Diposting oleh Your Sunday Morning di 00.17 0 komentar
We Call It “LOVE”
Bola itu terus menggelinding.. Mengikuti giringanmu. Ya.. Dirimu yang basah keringat. Yang selalu melekatkan senyum dibibir. Yang punya kharisma luar biasa. Oh.. Aku bersyukur sekali tuhan menciptakan makhluk seindah dirimu..
Si kulit bundar masih saja bergulir dibawah giringamu. Satu, dua, tiga. TIGA pemain kau lalui sekaligus. Dan tanpa berpikir panjang, kau lesatkan bola ke gawang.. “GOL!!!”
Semua penonton berteriak seperti itu higga kupingku rasanya berdenging. Oke.. Tidak semua sebenarnya. Hanya sebagian besar penonton yang mendukungmu. Dan sebagian besar yang kumaksud ini berjenis kelamin perempuan.Sekali lagi 'PEREMPUAN'. Lihat.. betapa pesonamu sudah menjerat banyak sekali wanita disini..
Aku melonjak-lonjak senang bersama puluhan suportermu yang lain. Dengan tidak melepas sedikitpun pandanganku kepadamu. Yang berselebrasi dengan berlari-lari mengitari lapangan. Dan.. Oh.. Bilang kalau mataku ini kelilipan. Dia melihat kearahku, tersenyum, lalu melakukan gerakan seakan ingin mengirimkan ciuman jarak jauh.. Ah.. Lututku benar-benar lemas rasanya. Kamu benar-benar tahu bagaimana caranya membuat seorang perempuan tergila-gila kepadamu.
Sekali lagi, cewek-cewek disekitarku menjerit-jerit histeris. Kali ini bahkan dua kali lipat lebih histeris dari sebelumnya. Rasanya aku tidak akan kaget jika mendadak tuli setelah ini.
Drrt.. Drrt.. Hpku bergetar. Ada sms masuk.
From: Dita
Vi, dimana lo?? Udah mulai nih les fisikanya. Buruan masuk!!
Arghh... Sialan. Les fisika. Kenapa sih aku masih harus les fisika saat pertandingan futsal ini sedang seru-serunya? Ya.. Ini kan perintah mama. Siapa yang berani melawan? Susah juga kalau punya orang tua yang menjadi guru disekolah yang sama dengan sekolahmu. Nilai-nilai harus selalu bagus.. Jadinya ya harus ikut les ini itu. Seperti aku!!
Aku terus menggerutu sepanjang perjalanan menuju kelas yang digunakan untuk les fisika yang memang berada disekolahku yang tentunya juga masih satu tempat dengan lapangan futsal tempat pertandingan futsal tadi berlangsung. Sampai-sampai tidak menyadari adanya bola yang melesat dari lapangan futsal ke arahku.
BRAK!! Semua bukuku jatuh kelantai karena terkena bola yang melesat sangat cepat itu. Sial kuadrat. Bisa-bisanya ada bola nyasar disini. Huh..
“Lo nggak papa?” Tanya seseorang didepanku.
Aku menghentikan kegiatan memunguti buku-bukuku dan langsung mengangkat kepalaku. O-Em-Ji.. Dia!! Dia yang tadi kuelu-elukan.. Ada dihadapanku. Didepan mataku. Setengah meter didepanku. Oh.. Sepertinya dewi fortuna sedang berbaik hati padaku hari ini.
“Hei?? Lo nggak papa?” Tanyanya lagi sambil menggerak-gerakkan tangannya didepan mukaku.
“ Eh.. Oh..” Argh..Stop dreaming viooo!!! “ Nggak papa kok.” Jawabku lancar setelah berhasil meredakan kegugupanku.
Ia tersenyum lalu melangkah maju, berjongkok, dan mulai membantu memunguti buku-bukuku yang setebal kitab-kitab hukum itu.
GOD.. Rasanya jantungku berdetak berkali-kali lebih cepat kali ini. Dia ada dihadapanku, membantuku memunguti buku-buku sialan itu. How nice..
“Ini buku lo.” Ucapnya seraya bangkit dan menyerahkan buku-bukuku.
Detik pertama, dia dengan sukses membuatku terpana. Mata cokelatnya yang begitu bening, alisnya yang sedikit berkerut, kulit putihnya yang banjir keringat, bibirnya yang merah merekah.. Ya Tuhan.. Makhluk dihadapanku ini benar-benar indah.
“Eh.. Makasih ya.” Sahutku pada detik kedua, tentunya setelah aku bisa mengontrol pikiranku yang mulai berkeliaran.
Dia tersenyum. Ya ampuuuun... Jantungku kebat-kebit melihatnya. Aku nggak pernah merasakan ini sebelumnya. Sepertinya aku sudah mulai gila.
“Sama-sama. Lain kali ati-ati ya.” Ucapnya lalu mengambil bola sepaknya, berbalik, dan berjalan meninggalkanku.
Aku menatap punggung yang berjalan menjauh itu. Masih benar-benar terpana oleh pesonanya. Lalu tiba-tiba saja, tanpa kuduga,dia berhenti. Dan tanpa sadar, aku menahan napasku. Dia berbalik.
“Eh.. Lo anak IPA 1 kan?” Tanyanya dari kejauhan.
Ya ampun.. Keajaiban apa lagi ini? Dia tau kelasku.
Aku mengangguk. “Iya.” Jawabku pendek.
“Nama lo sapa?” Tanyanya lagi. Oh Tuhan.... Ini namanya super duper triple beruntung.
“Viona.” Jawabku dengan hati kebat-kebit dua kali lipat lebih parah dari sebelumnya.
“Nice name. Gue Bara. Sampai ketemu besok.” Katanya sambil melambaikan tangannya kepadaku.
Aduh Baraaaa!! I really adore you so much. Senyummu, perbuatanmu, kata-katamu, golmu.. Ya ampuun.. Semuanya bikin kecanduan deh.. Huh.. Berani taruan aku nggak bisa tidur ntar malem. Eh.. Tapi kan besok ada ulangan kimia? Aduh.. Whatever lah. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku sangat sangat ingin melupakan ulangan kimia.
###


Istirahat pertama. Harusnya aku ada dikantin. Makan soto minya Bu Ani bareng Dita sambil ngegosip. Ya... Harusnya. Kalo nggak ada tugas tambahan merangkum sejarah atom dari guru kimiaku A.K.A mamaku karena aku dianggap malas-malasan mengerjakan ulangan kimia tadi.
Ya ampuun.. Malas-malasan gimana? Aku tadi yakin bisa menjawab 28 dari 30 soal yang diberikan. Yah... Walaupun aku nggak belajar tadi malam. Tapi aku yakin 28 jawabanku itu pasti benar. Dan mama masih menilaiku malas-malasan? Darimana coba? Huh..
Aku mengumpulkan buku-buku yang sekiranya kuperlukan untuk bahan tugas tambahan menyebalkanku ini di perpustakaan sekolah. Ya.. perpustakaan sekolah!! Perpustakaan yang sepi seperti biasanya. Yang didalamnya tidak ada majalah-majalah remaja keluaran terbaru seperti anaka yess, high n teen, gadis, sophie martin, dll. Atau mungkin teenlit-teenlit populer yang jadi incaran banyak remaja. Atau komik-komik jepang seperti naruto dan conan. Jelaslah tidak ada. Kalau ada, pastinya perpustakaan tidak akan sesepi kuburan seperti ini.
BRUK!! Aku menghempaskan buku-buku kimia ke meja perpustakaan dengan sedikit kasar. Lalu menarik kursi dengan asal-asalan. Ingin sesegera mungkin menyelesaikan hukuman menyebalkan ini.
“Lo kenapa?”
Aku terlonjak. Hampir saja terjungkal dari kursiku.
Bara. Duduk dikursi didepanku. Dengan koran olahraga ditangannya. Aku lagi mimpi nggak nih?
“Eh.. Nggak papa. Cuma kesel aja.” Jawaku dengan detak jantung yang mulai tidak bisa dikontrol.
Alis tebal Bara bertaut. “Kesel kenapa?”
Dan aku menceritakan semuanya. Semua yang ingin kuceritakan tapi tak pernah kuceritakan. Tentang keluarga, sekolah, dan cinta... Padanya. Pada BARA!! Seseorang yang baru kukenal kemarin. Aneh bukan? Aku mengeluarkan semua kekesalan yang selama ini hanya kupendam pada Bara. Yang bahkan tak pernah kuungkapkan pada siapapun. Pada Dita sahabatku sekalipun. Entahlah.. Aku merasa seperti.. Seperti sudah sangat lama mengenal Bara. Sehingga bisa mengeluarkan semuanya. Benar-benar melegakan..
“Makasih ya Bar. Lo udah mau dengerin cerita membosankan gue ini. Sampe-sampe bolos jam pelajaran.”
“Eh bukannya lo yang takut bolos jam kayak gini? Gue sih biasa aja. Hehe.”
Aku menggeleng kecil. “Nggaklah. Sekali-sekali nggak papa. Ya.. Walaupun pasti gue bakal dapat hukuman. Tapi.. Gue nggak merasa menyesal sama sekali bolos jam kali ini.” Ucapku seraya bangkit dari kursi, ingin mengembalikan buku-buku kimia yang mengganggu pemandangan ini.
“Eh Vi.. Boleh pinjem hp lo nggak?? Hp gue low bat. Gue mau sms temen gue. Minta ijinin ke guru buat jam ini.” Pinta Bara yang juga ikut bangkit dari duduknya.
Aku merogoh saku rokku dan mengangsurkan hpku pada Bara. Lalu berjalan menuju rak tempat aku mengambil buku-buku kimia tadi.
“Nih Vi.. Thank's ya.” Ucap Bara yang tiba-tiba sudah ada diampingku.
Untuk kedua kalinya, aku terlonjak kaget dihadapannya.
“Ya ampun Bara!!! Ngagetin aja sih lo. Jatuh semua kan bukunya..” Gerutuku sambil membungkuk memunguti beberapa buku yang tersenggol jatuh olehku.
Bara tertawa kecil sambil membantuku memunguti buku-buku dilantai. “Ternyata lo kagetan juga ya?”
“Kalo sama lo kayaknya gue kagetan mulu deh.”
Bara tertawa keras. “Haha.. Masa sih?” Tanyanya dengan dahi berkerut-kerut -yang sumpah keren sekali-. “Nih bukunya. Ati-ati jangan sampe jatuh lagi.”
“Iya.. Iya..” Sahutku pura-pura kesal.
“Oya, nih hp lo. Makasih ya. Em..”
“Apa?” Tanyaku bingung melihat ekspresi Bara yang kebingungan sendiri.
“Eh nggak. Gue balik dulu ya. Da..” Pamitnya sambil melambai kepadaku.
Kenapa lagi tu si Bara. Aneh banget tingkahnya.
BRUK!! Ya ampun bukunya jatuh lagi. Sialan banget sih.
Aku kembali menunduk, bermaksud mengambil buku yang terjatuh itu. Dan tanpa sengaja, aku melihat ada kertas yang terjatuh dari buku tebal itu.

Melihatmu..
Hatiku tenang..
Melihat senyummu..
Hatiku melayang..
Seperti angin..
Kau terbangkan diriku..
Seperti api..
Kau hangatkan hatiku.. :)

Bara.. To viona my little angel..

Ya ampun Baraaaa... Dia nulis itu buat aku?? Gilaa...
Drrt.. Drrt..
From:+6889010101
Udah baca puisinya Vi?? :)
Bara. Bara. Bara. Bener-bener gila.
Jantungku melompat-lompat tak tentu arah. Napasku memburu. Adrenalinku serasa naik ke tingkat paling atas. Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya.
Perasaan indah yang membuat bibirku tak henti-hentinya tersenyum. Yang membuatku merasa pasti menjalani hari esok. Yang membuatku merasa lengkap. Benar-benar lengkap sebagai seoarng gadis remaja yang bahkan belum genap menginjak tujuh belas tahun.. Perasaan apa ini?
Cinta. Ya ya ya.. We call it love.. We call it love... We call it love..

Sabtu, 18 Desember 2010

Aku = Kamu

Diposting oleh Your Sunday Morning di 22.51 0 komentar
Bukankah kita sama saja? Sama-sama berlari mengejar cahaya didepan. Tak peduli apapun yang menghadang. Entah teman ataupun lawan. Entah rintangan atau malah bantuan. Semua kita terjang.
Bukankah kita tak ada beda? Ingin yang pertama menggenggam cahaya. Menghalalkan segala cara. Entah hanya mendahhului, mendorong, atau bahkan menjatuhkan jika kita tertinggal sejengkal saja. Terdengar menyedihkan bukan?
Aku berdiri disini. Dimana semua cahaya berkumpul menjadi satu. Mengelilingiku. Mengelilingimu juga. Mengelilingi kita. Yang harusnya bisa saling menatap ditempat yang terang ini.
Tapi aku hanya menunduk dalam. Tidak ingin melihatmu. Melirikmu pun enggan. Bukan tidak bisa. Hanya tidak sanggup.
Melihatmu seperti melihat pantulan diriku dalam cermin. Sama saja. Tak ada beda.
Menertawakanmu sama saja menertawakan kebodohanku sendiri. Mengejekmu sama saja mengejek ketololanku sendiri. Menginjakmu, sama saja menginjak harga diriku sendiri.
Dan aku tak mau sepert itu. Sudahlah.. Aku sudah terlalu lelah dengan pertarungan kita yang tak kunjung selesai ini. Semua pertandingan di dunia ii ada batas akhirnya. Lalu kenapa kita tak segera menyelesaikannya? Mengakhirinya sekarang juga.
Sudah cukup dorongan-dorongan yang menyakitkan itu. Toh kita sama-sama menggenggam cahaya terang ini. Sama-sama senang merasakannya. Lalu kapan kita bisa saling membagi senang itu? Tertawa bersama, berjalan beriringan.. Seperti sebelumnya...

Jumat, 10 Desember 2010

Rasa Kita..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 21.42 0 komentar

Dingin.. Inilah rasaku malam ini. Rasamu. Rasanya jugag. Rasa kita.. Yang awalnya diwarnai cinta,cita dan jutaan asa membara.. Yang telah dinodai cinta, pengkhianatan.. Penghiatanmu!!
Tak tahukah kau aku terlukai pengkhiatanmu itu? Tak tahukah kau bahwa mungkin, dia jauh lebih terluka daripada aku? Tak tahukah kau, bahwa aku dan dia, menangisimu kemarin,malam ini, besok malam, dan mungkin malam-malam seterusnya? Tak tahukah kau bahwa secara jelas dan nyata kau telah merusak sebuah ikatan indah? Ikatan sepanjang masa.. Persahabatan.. Tak ada yang lebih indah dari itu.
Dan kau merusaknya!! Aku juga. Dia pun sama. Tak bisakah kita memperbaikinya? Melupakan semuanya dan memulainya lagi dari awal?
Melupakannya? Sulit pasti. Sakit ini kau tanam begitu dalam. Membuahkan luka yang menganga lebar. Bertambah lebar setiap harinya. Jangan tanya mengapa. Karena aku gun tak mampu menjawabnya.
Aku tercekat setiap hari. Setiap langkahku memasuki kelas ini. Melihat kau, dan dia disini. Di tempat yang sama denganku. Didekatku. Tapi tak lagi bersamaku.
Sulit memang menerima semua ini. Tapi aku yakin, suatu saat nanti, entah kapan dan dimana, kita akan kembali bersama. Berdiri bersama. Menantang kehidupan.. Dan tentunya, menertawakan kekanak-kanakan kita semasa SMA.

Senin, 29 November 2010

Aku...Yang Tidak Pernah Melihatmu..

Diposting oleh Your Sunday Morning di 02.25 0 komentar
Aku menutup ikon pemberitahuanku di facebook dengan sedikit gusar. Tidak ada satupun komen, like, ataupun pesan darinya. Dia tidak mengontakku sama sekali. Aku tak percaya ini. Argh..
Aku menggerak-gerakkan mouse ditanganku dengan malas. Hatiku kosong. Dadaku sesak. Berkali-kali aku harus menghela napas. Sekedar mengeluarkan karbon fioksida yang rasanya menyumbat paru-paru, melumpuhkan semua saraf, dan menyedot semua energiku. Hei, bagaimana mungkin semua hal tidak masuk akal yang terjadi padaku ini hanya disebabkan tidak adanya kontak darinya. Kurasa aku sudah mulai gila sekarang.
Namanya Aurigo Araska. Dialah yang mengobrak-abrik hatiku seperti ini. Seorang kakak kelas SD yang sedang menyelesaikan studi S1nya di Semarang dan mengontakku kembali empat bulan yang lalu melalui facebook setelah hampir enam tahun tidak pernah bertemu.
Dia masih mengingatku. Dia juga masih menghafal nama lengkapku. Dia menceritakan kembali kisah-kisah masa lalu. Saat kita masih sama-sama ingusan. Saat kita masih sama-sama suka main petak umet bersama. Dan saat kita, sama-sama tidak mengerti apa itu cinta...
Lewat obrolan-obrolan singkat difacebook yang terus berlangsung, kami mulai dekat kembali. Jujur saja, aku sangat senang dengan kedekatan kami ini. Bersamanya, aku merasa menemukan sosok seorang kakak laki-laki yang selama ini kuidam-idamkan. Sementara dia sendiri.. Entahlah seperti apa dia menganggapku.
Dia sering menulisku di status facebooknya. Menulis namaku, Aurelia Andini secara terang-terangan. Memanggilku my little heart, mencoba merayuku.. Coba bayangkan bagaimana perasaanmu jika kau ada diposisiku.
Serba salah? Pastinya. Apalagi saat itu statusnya sedang berpacaran dengan seorang cewek dasala kota sebelah. Awalnya aku mengabaikannya, tapi lama-lama, aku merasa dia berusaha memberikan sinyal-sinyal kepadaku. Bukan sinyal hp tentunya, sinyal cinta.
 Aku gerah. Merasa bukan hubungan seperti itulah yang kuharapkan darinya. Dan aku memutuskan untuk menjauhinya untuk beberapa saat.
Beberapa saat berselang, dia sudah tidak menggangguku lagi. Mungkin dia sudah capek. Ya jelaslah, untuk apa dia mengurusiku yang tidak jelas ‘juntrungannya’ ini sementara ada banyk cewek cantik mengantri jadi pacarnya. Damn.. Wajahnya seperti dewa yunani, ganteng sekali. Siapa yng tidak mau jadi pacarnya?
Aku malu sekali, tapi harus kuakui aku kesepian saat ini. Rasanya seperti ada yang hilang jika dia tidak ada kontak darinya.
Aku mulai kelimpungan. Sebenarnya aku ini kenapa? Bukankah ini yang aku mau? Tapi kenapa sekarang aku malah menanti komentar-komentar darinya di facebook, lalu memekik sekencng-kencngny jika ia bena-benar menulis di dindingku,menyukai statusku, atau mengomentari fotoku.
Aku masih saja menggerak-gerakkan mouse ditanganku. Tanpa kusari, aku sudah membuka-buka profilnya. Ingin rasanya aku tertawa saat menyadarinya. Beginilah aku jika dia tidak mengontakku sama sekali. Berbuat gila dengan membongkar-bongkar profil facebooknya hanya untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukannya, sedang dirasakannya.. Hanya untuk mengetahui itu.



To Be Continued...

Sabtu, 20 November 2010

AKATSUKI, SEBUAH NOVEL JEPANG ISLAMI...

Diposting oleh Your Sunday Morning di 00.01 1 komentar
AKATSUKI, SEBUAH NOVEL JEPANG ISLAMI...

Identitas Buku

a.Judul buku : Akatsuki
b.Nama Penulis Buku : Muliyatun
c. Nama Penerbit : Mizan
d.Tempat Penerbit : Bandung
e.Tahun Terbit : 2009
f. Jumlah Halaman : 300
g. Harga Buku : 35.000
h. Kertas Yang Digunakan : HVS
i Warna Sampul : Didominasi Warna Kuning

Ringkasan
Akatsuki adalah sebuah novel yang mengisahkan perjalanan hidup seorang gadis Jepang bernama Mayumi. Seorang gadis muda yang tumbuh menjadi seseorang yang tidak mengenal agama, yang haus akan kehangatan sentuhan-NYA, yang juga selalu berusaha mencari kehangatan itu.
Dalam perjalannya mencari tuhan, Mayumi bertemu dengan Satoshi, seorang pemuda tampan yang dikasgumi hampir semua teman perempuan sekelasnya. Yang cool dan jarang berbincang dengan anak perempuan dan tidak pernah menyentuh teman-teman perempuannya. Yang ternyata adalah seorang pemeluk agama Islam. Agama yang tentunya masih sangat asing bagi Mayumi yang sejak lahir tinggal di Jepang, negara sinkreitisme yang tidak memiliki agama resmi.
Mayumi yang mengetahui itu langsung tertarik dan perlahan-lahan mulai mempelajari Islam. Semakin lama ia belajar, ia semakin tertarik. Tertarik dengan ajaran-ajaran Islam yang selalu mengajarkan kelambutan, yang menurutnya sangat melindungi perempuan, dan agama yang mempu menggetarkan jiwanya, mengalirkan kehangatan yang belum pernah ia rasa sebelumnya, mengisi kekosongan hatinya.
Mayumi akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Namun apa yang terjadi setelahnya? Masalah menderanya bertubi-tubi. Mulai dari kakak angkatya yang menyatakan cinta kepadanya yang berlanjut pada pengusirannya dari rumah, Satoshi yang tiba-tiba bersikap aneh, serta pertemuannya dengan saudara tirinya yang sangat mengejutkan.
Penasaran? Baca selengkapnya di novel Akatsuki...


Kelebihan:
Bahasanya sangat komunikastif dan mudah dipahami dan benar-benar melukiskan latar kejadian. Covernya juga sangat menarik.

Kekurangan:
Font hurufnya terlalu kecil.

Senin, 01 November 2010

Sepenggal Kisah, Sepenggal Cerita.. Aku dan SMAda

Diposting oleh Your Sunday Morning di 23.59 0 komentar
Huihui... Mau nulis note nih. Nggak macem-macem siih. Cuma kisah setahun lebihku di SMAku tercinta SMA Negeri 2 Bojonegoro.. Dijamin menyenangkan. Haha.. So Don't miss it n Happy reading ya.. :D


My first time in High School...
Selepas SMP, nggak punya gambaran mau nerusin sekolah kemana. Yang dipikirin malah liburan dua minggu yang pasti nggak akan bisa dinikmati karena harus sibuk ngurusin sekolah. Maklumlah, namanya juga masih kecil. Hehe.. Setelah berdoa, minta petunjuk, nunggu wangsit, bertapa,(ceilah nggak gtu juga kalee), akhirnya aku mutusin untuk melanjutkan tiga tahun sekolahku di SMA N 2 Bojonegoro. Awalnya sih nggak ada motivasi apa-apa yang menyebabkan aku memilih sekolah ini. Jadi kalau waktu itu ditanya kenapa kamu memilih masuk SMAda? Jawaban yang kuberikan hanyalah hasil dari kemampuan mengarangku yang diatas rata-rata. Haha.. Saat pendafatarn, adalah kali pertamaku menginjakkan kakiku di SMA 2. Tau hal apa yang pertama kulakuakan? Melongo, bengong, mangap juga kayaknya(semoga aja nggak sambil ngiler). Kenapa lagi kalau bukan karena syok ngeliahat berjubelanya orang didepan loket pendaftaran. Gilaaa.. Rame banget. Baru ngeliat aja udah sesek napas duluan. Gimana mau ngantri coba? Tapi dasar anak muda, biar rame teteuup aja ngantri. Jadilah aku kelempar sana kelempar sini hanya untuk mendapatkan selembar berkas pendaftaran(beneran satu nggak ya?). Haha.. Ya sudahlah terima saja.. Gara-gara ngeliat antrian yang makin lama makin penuh, aku mengurungkan niatku untuk mendaftar di hari pertama. Ngaso di rumah dulu lah.. Akhirnya, pada hari kedua berkas pendaftaranku masuk dengan lumayan mudah karena antrian yang udah nggak serame hari pertama(padahal udah antisipasi bawa bekal. Haha thank's mom). Setelah daftar, aku terus memantau urutan rangkingku dari waktu ke waktu.Tegang? Jelaslah.. Tapi tetap santai aja. Masalahnya aku udah berusaha selama tiga tahun di SMP, jadi mau keterima dimana, udah pasrah deh.. hehe. Dan alhamdulillah pada hari pengumuman, aku dinyatakan diterima menjadi siswi SMAda pada urutan ke.. em.. bentar lagi mikir, 30an gitu kalo nggak salah. Seneng banget. Apalagi banyak temen SMP yang juga keterima. Udah nggak sabar pengen cepet-cepet masuk. Dan MOS pun akhirnya tiba.. Astagfirullah.. Ya Allah.. MOSnya parah banget. Bener-bener nggak nyangka kalau MOSnya separah itu. Banyak banget atributnya. Kalung permen lah, topi bakul, banyak banget deh. Kesel juga. Diliatin orang sepanjang jalan. Dikira pasien kabur kali ya. Haha. Tapi berkesan banget. Beneran!! Apalagi pas waktunya keamanan.. Gila.. Kakak kelasnya gualak. Sempet kena semprot gara-gara ngetawain kak Febrian..Hehe.. Kalo ngomong lucu sih.. Udah gitu dikatai tepe-tepe pula. Jiah.. Orang ngelirik aja nggak berani kok dibilang tepe-tepe. Well, aku tetap senang karena masa MOS tiga hariku benar-benar special banget.. :)


First year.. So unforgottable..
Setelah MOS, aku baru menjalani masa SMA yang sebenarnya.Aku masuk dikelas X4. Kelas yang penuh dengan orang-orang lucu yang membuat proses adaptasi berlangsung sangat cepat di luar dugaan. Ada widy yang suaranya kayak knalpot(peace wid :p), ria yang suaranya melengking, uul yang pinter bikin puisi, tante yang pinter basa inggris, ome yang soooo gentle, wahyu yang gokil, n many others.(Oh GOD.. I miss them so much..). Well, dari kelas ini, aku punya beberapa sahabat yang sejalan dengan pikiranku, yang dengan merekalah aku banyak menghabiskan setahun kelas satuku. Mereka adalah tante(reta), uul, apip, evie, eva, siska dan vesti. Kami punya banyak kesamaan. Sama-sama gokil n hobi foto-foto, hobi jajan, makanya badan kita subur,, haha.. Sama-sama keras kepala(of course), hei setelah aku pikir-pikir kita sering banget debat ya.. Gitu deh kalo orang cerewet ketemu orang cerewet. Well, aku benar-benar menikmati kebersamaan kami itu. Kalau cara kelas, duile.. kelasku gudangnya buat acara-acara kelsa. Tapi karena ortuku yang terlalu memprotekku aku ngak pernah ikut. Hehe harap maklum ya. Namanya temenan, ya pasti nggak selalu muluskan. Gitu juga dengan pertemananku semasa kelas sepuluh. Aku juga pernah beberapa kali bertengkar dengan sahabat-sahabatku. Biasalah.. beda prinsip, beda pendapat, lanjut dengan diem-dieman, akhirnya.. ketawa-ketiwi lagi. Haha.. Nggak betah banget deh musuhan lama-lama.. Dan tanpa terasa, tanpa dinyana-nyana, waktu berlalu begitu cepat, dihadapan kita, mengantarkanku dan semua sahabatku ke tahapan baru. Menjadi siswa kelas sebelas. Yang mengharuskan kami harus berpisah kelas. Sebentar memang kebersamaan kita, tapi persahabatan kita, tentunya, tidak selesai sampai disitu, kita akan terus.. terus.. dan terus bersahabat, selama jantung ini masih berdetak, dan selama nyawa masih tersisa.. :)
Bazar 2010





In action depan Lab Kesenian.. :)


Lapangan Baru..

Second year, new friend, new class...

IPA 1. Itulah kelas baruku.. Jangan tanya aku bagaimana perasaanku saat pertama kali menginjakkan kaki dikelas yang asing ini. Aneh, itu yang pertama kali kurasakan. Secara, setahun penuh aku berada bersama X4. Pindah kelas, rasanya selalu ada yang kurang. Sahabat-sahabat tentunya yang membuatku sepeti itu. Seperti ada yang hilang, ada yang kosong, sedikit hampa. Lebay? Nggak. Memang itu kok yang kurasakan. Well, life must go on.. Aku nggak bisa berbuat apa-apa. Masa mau bikin sukuran ubah nama biar sekelas? Nggak lah.. Aku mencoba menerimanya. Meski awalnya sulit, aku sangat menikmati masa-masa adaptasi yang diwarnai kekikukan yang teramat sanga itu..

Bagaimanapun juga, selama dua tahun kedepan, bersama merekalah aku akan mengisi sisa masa SMAku, berjalan bersama, meniti jalan kecil didepan, menuju sebuah rumah dengan label “KESUKSESAN” yang tertulis besar-besar dipagarnya.. :)





Pesta Rombong 2010




Closing
Oke, selesai sudah ceritaku tentang masa-masa lima belas bulanku di SMA Negeri 2 Bojonegoro. Dan sekarang, aku hanya ingin menulis uraian singkat tentang bagaimana perasaanku saat ini, saat menulis catatan ini, saat mengingat tempat dimana aku bersekolah sekarang. Senang, haru.. Itu yang kurasakan. Seperti yang tadi telah kutulis, aku tidak punya motivasi sama sekali untuk menjadi murid SMA ini sebelumnya. Yang aku tahu waktu itu, SMA 2 hanyalah sekolah yang unggul di bidang non akademik. Ya.. Saat itu, hanya itu yang aku tahu. Tapi sekarang, setelah setahun lebih aku ada disini, berjuta motivasi berjubel dalam otakku, untuk menjadi warga sekolah yang baik, untuk meningkatkan kualitasnya, terutama di mata masyarakat Bojonegoro. Karena sekarang, aku tahu betul, bahwa SMA ini bukan hanya sekolah yang unggul di bidang non akademiknya aja. Tetapi juga sekolah yang unggul dibidang akademik. Aku bangga bisa bersekolah disini. Sekolah ini.. Sudah mengajarkanku banyak hal. Memberiku lebih dari yang aku butuhkan sebagai seorang siswi. Mengenalkanku pad persahabatan hangat yang tak akan kulupa, menuntunku menjadi pribadi yang berwawasan luas, berbudi pekerti luhur, serta menghantarkanku meniti jalan kesuksesan.. :D



With Full Of Love..

Aginta Friska Mahartika

XI-IPA 1/09
 

Your Sunday Morning.. Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal